Showing posts with label education. Show all posts
Showing posts with label education. Show all posts

Sunday, 3 February 2019

Become People of 'Alhumdullilah' | Nouman Ali Khan | illustrated

Thanks, and Praise, Both of them are included in Alhamdulillah

Watch the video for more details.

Friday, 29 December 2017

Waspada Bahaya Vape

Halo para orang tua, om dan tante, anak-anak muda sekalian, saya mau share pengalaman beberapa orang pasien yang berkonsultasi kepada saya dalam beberapa bulan terakhir. Dalam beberapa bulan ini, beberapa pasien saya berlatar belakang para mahasiswa dari universitas negeri dan swasta terkemuka di tanah air, baik dari program reguler maupun program internasional. Mereka mengisap vape, sebagai bagian dari pergaulan sosial mereka. Isi cairan yang mereka gunakan beragam, ada aroma strawberry, lime, raspberry, vanilla, dan sebagainya. Keluhan mereka saat berkonsultasi kurang lebih sama, setelah mengisap vape dengan mereka jadi seperti orang kesurupan.

Setelah kami telusuri, ternyata isi cairan vape yang mereka gunakan mengandung canabinoid (ganja) sintetik. Ganja sintetik ini benar-benar nggak ada kandungan ganjanya, sehingga sulit dideteksi dengan tes narkoba standar (Rappid Test). Kandungan ganja sintetik ini yang menjadi penyebab anak-anak ini mau terus mengkonsumsi vape. Mereka hanya membeli tanpa tahu apa isi kandungannya. Ketika pasien-pasien ini datang dengan hasil Rappid Test negatif, saya bawa ke Rumah Sakit tempat saya praktek dan saya tes dengan GCMS, tes yang lebih komprehensif, hasilnya ternyata positif canabinoid (ganja sintetis).

Saturday, 22 March 2014

[zen habits] What if You Didn't Have to Worry About Yourself?

Posted: 21 Mar 2014 07:35 AM PDT
http://zenhabits.net/other/

Credit to Leo Babauta

Have you ever had people annoy you at work? Or maybe family members whose little habits bothered you? Have you been frustrated by a store clerk or waiter, or maybe another driver? What about frustration with your kid, or spouse?


How can we become more tolerant, find calm in the middle of all of these annoyances and frustrations?

For me, when I remember, the answer lies in getting outside of myself.

Saturday, 4 January 2014

Tentang Kesombongan

"Dan (ingatlah) tatkala Kami berkata kepada Malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam! Maka sujudlah mereka, kecuali iblis, enggan dia dan menyombong, karena adalah dia dari golongan makhluk yang kafir. (ayat 34).

Inilah kelanjutan dari pelaksanaan keputusan Allah mengangkat Khalifah di bumi itu. Adam telah dijadikan dan telah diajarkan kepadanya berbagai nama, dan banyak ilmu yang diberikan kepadanya, yang tidak diberikan kepada Malaikat. Kemudian diperintahkan Tuhanlah Malaikat-malaikat itu menyatakan hormat kepada Adam, dengan bersujud.

Thursday, 29 August 2013

Tentang Sihir

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu melakukan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir, melainkan setan-setan itulah
yang kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, padahal keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seseorang
sebelum mengatakan, "Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir." Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu sesuatu yang dapat memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya (atau sebaliknya). Mereka (ahli sihir) tidak akan dapat mencelakakan
seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan, dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barang siapa yang
menukar (kitab Allah) dengan sihir itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu. (Albaqarah 102).

Saturday, 17 August 2013

Tentang Berhati-hati dengan Caci-maki

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa pada suatu hari Abu Bakar as-Shiddiq duduk dekat Rasulullah s.a.w. dalam satu majlis. Tiba-tiba datanglah seseorang, lalu orang itu melepaskan beberapa caci-maki kepada Abu
Bakar, dan Abu Bakar menjawab, kelihatan muka Rasulullah berubah jadi
marah, dan beliau terus berdiri meninggalkan majlis itu. Melihat Rasulullah berdiri, Abu Bakarpun berdiri mengikuti beliau. Lalu dia bertanya: "Orang itu memaki aku dan aku berdiam diri, sedang engkau tersenyum. Tetapi kemudian setelah makiannya itu keterlaluan dan aku menangkisnya, engkau kelihatan marah dan engkau segera berdiri meninggalkan majlis. Kenapa begitu?"

Sunday, 10 February 2013

Menghafal Quran Kata per Kata

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mempermudah menghafal Alquran. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menghafal makna setiap kata yang menyusun ayat-ayat Alquran yang kita hafalkan. Beberapa penerbit di Indonesia sudah ada yang meluncurkan Alquran edisi Terjemah per Kata.

Bagi pengguna perangkat BlackBerry, atau pengguna komputer, terjemah kata ayat Alquran juga dapat diakses melalui situs Corpus Quran.

Tuesday, 22 January 2013

Keadilan Pemberitaan Media

Salah seorang rekan di dunia maya, Papa Fariz, menulis tentang pemberitaan yang pincang terhadap salah satu ormas di Indonesia. Saya pribadi terus terang tidak setuju dengan sikap anarkis yang kadang
ditunjukkan oleh ormas tersebut, sama tidak setujunya dengan sikap tak berimbang dalam menyampaikan berita yang dilakukan media massa.

Memang lebih mudah untuk memberitakan kekurangan seseorang atau kelompok tertentu daripada memberitakan prestasi mereka. Kenapa? Salah satu alasannya karena berita tentang kekurangan atau kelemahan orang lain itu lebih menarik bagi masyarakat luas, punya daya jual yang lebih tinggi. Dan memang itu adalah salah satu tujuan media massa, yaitu sedapat mungkin menarik perhatian sebanyak mungkin orang.

Berikut ini tulisan pendapat Papa Fariz.

---------- Forwarded message ----------

Sunday, 10 July 2011

Salah Belajar

Bagi sebagian orang, kesalahan yang dilakukan orang lain adalah bahan lelucon dan hiburan. Mereka adalah orang-orang yang tak pernah belajar, orang-orang yang mentertawakan kesalahan orang lain itu.

Sunday, 29 May 2011

Shalat, Zakat, dan Rukuk

Dalam alQuran, surah alBaqarah ayat ke-43, tercantum:

"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'."

Beberapa pertanyaan yang saya pikir perlu direnungkan:
  • Jika dilihat hanya satu ayat ke-43 saja, ajakan ini ditujukan untuk siapa?
  • Jika dilihat konteksnya, dari mulai ayat ke-40 surah alBaqarah hingga ayat ke-46, ajakan ini ditujukan untuk siapa?

Saturday, 19 March 2011

Pernyataan PPI Jepang dan tautan Informasi Radiasi di Jepang

Sumber: http://www.facebook.com/notes/fithra-faisal-hastiadi/siaran-pers-ppi-jepang/10150120747727280

Tabel Daftar Radiasi di tiap Perfektur : http://eq.wide.ad.jp/index_en.html

SIARAN PERS


Pernyataan Sikap Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPI Jepang)
Perihal Pemberitaan Media Nasional yang Tidak Profesional Terkait Bencana di Jepang, Maret 2011

Berkaitan dengan bencana gempa di Perfektur Miyagi, Jepang, berskala 9 Richter yang disusul dengan tsunami dan ancaman radiasi nuklir, kami mahasiswa Indonesia di Jepang sangat menyayangkan berita-berita di beberapa media nasional yang dinilai tidak profesional dalam menyiarkan informasi. Kami mendapati berita-berita tersebut salah dan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya di Jepang sehingga mengakibatkan
keresahan berlebihan bagi masyarakat dan keluarga di tanah air. Untuk itu, atas nama seluruh mahasiswa Indonesia di Jepang, Pengurus Pusat PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Jepang menyampaikan pernyataan
sikap seperti di bawah ini, meliputi peringatan bagi pers dan informasi keadaan WNI di Jepang secara umum.


Peringatan bagi pers

Menimbang:

1. bahwa kami banyak mendapati berita di media-media nasional yang bersifat berlebihan dan meresahkan. Berita-berita ini umumnya salah dalam mengungkapkan data serta salah dalam memahami konteks sehingga
menimbulkan misinterpretasi bagi masyarakat Indonesia.

2. beberapa contoh yang kami anggap fatal dari beberapa berita yang tersebar adalah berita bertajuk:
- "881 WNI di Jepang Selamat, 30.636 Belum Diketahui Nasibnya" tanggal 15 Maret dan,
- "Jepang Berusaha Hidupkan Kembali Listrik PLTN Fukushima" tanggal 17 Maret.
Keduanya dipublikasikan oleh salah satu portal berita nasional.
- berita pertama, walaupun kemudian diralat, dinilai salah dalam memahami konteks demografi persebaran WNI yang ada. Sebab, selain keempat perfektur ini, Miyagi, Iwate, Fukushima, Aomori, kondisi WNI
di lokasi lain tidak mengalami gangguan yang berarti. Angka 30.636 orang adalah salah konteks.
- berita kedua dinilai tidak mengindahkan kaidah jurnalistik sehingga menimbulkan kesan seluruh Jepang mengalami pemadaman listrik padahal kenyataannya tidak demikian.
3. berita-berita seperti di atas menyebabkan kecemasan yang berlebihan, terutama di tanah air. Salah satu akibatnya adalah Posko Crisis Center KBRI Tokyo banyak sekali menerima permintaan konfirmasi
terkait berita-berita tersebut, padahal KBRI Tokyo telah menyediakan informasi di situsnya.


Meminta:
4. kepada media nasional agar lebih profesional dalam berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Undang-Undang Pers. Salah satunya dengan menyiarkan berita secara informatif, berimbang serta diambil
dari sumber-sumber yang kredibel.


Kondisi umum WNI di Jepang

5. PPI Jepang menghimbau agar segala informasi mengenai kondisi WNI di Jepang dapat dirujuk melalui satu sumber yaitu Posko Crisis Center KBRI Tokyo. Silahkan merujuk pada situs KBRI Tokyo, Twitter @KBRITokyo maupun Facebook Kbri Tokyo.

6. bencana gempa, tsunami, dan meledaknya PLTN Fukushima hanya berdampak langsung pada perfektur-perfektur di daerah utara Pulau Honshu, seperti Miyagi, Iwate, Fukushima, Aomori. Sedangkan secara
umum kondisi di daerah selain itu, termasuk Tokyo, Osaka, Hiroshima, Fukuoka, di mana masyarakat Indonesia paling banyak berkumpul, dilaporkan aman dan tak ada korban.

7. KBRI telah berhasil mengevakuasi dan memulangkan lebih dari 100 WNI asal Sendai, Perfektur Miyagi ke Indonesia. Dan sampai saat ini, KBRI sedang mengevakuasi WNI lainnya di kota-kota di utara, seperti Iwate,
Fukushima, Kesennuma, dan sebagainya. Selengkapnya bisa diakses di situs KBRI Tokyo.

8. terkait ancaman radiasi nuklir PLTN Fukushima, berdasarkan pada hasil rapat antara KBRI Tokyo dengan para ahli nuklir Indonesia di Jepang tanggal 16 Maret 2011, dinyatakan bahwa ancaman radiasi nuklir
masih dalam lingkup kota Fukushima (radius 0-50km dari PLTN), sehingga tidak ada ancaman serius bagi kota-kota di luar radius 50km. Namun demikian, dilaporkan bahwa KBRI Tokyo terus melakukan evakuasi
terhadap WNI yang berada pada radius 0-100km ke Tokyo. Perlu diketahui, KBRI Tokyo berada pada lokasi berjarak 250km dr PLTN Fukushima. Selengkapnya dapat diakses di situs KBRI Tokyo.
Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan dengan iktikad baik menuju perubahan positif. Semoga menjadi peringatan bagi insan pers di Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan berita.

Tokyo, 17 Maret 2011
Ketua Umum PPI Jepang
Fithra Faisal Hastiadi
fithra.faisal@ppijepang.org
HP: +81 9064762891

Thursday, 26 August 2010

Musim Mudik Lebaran

Ramadhan udah setengah jalan. Sebentar lagi lebaran. Orang-orang udah pada siap-siap pada mudik ke kampung halaman. Sebagian memilih pulang kampung naik motor. Mungkin tahun ini jumlahnya semakin bertambah daripada tahun lalu dan tahun kemarin.

Jangan lupa ya, berterima kasih sama pak Polisi, enak 'kan.. pulang kampung minta dikawal. Jangan gampang nyalahin polisi nanti kalo udah balik lagi ke Jakarta. Niat pak Polisi bikin aturan semata-mata supaya para pengguna jalan bisa aman sampai di tujuan, bukan membatasi.

Pak Polisi juga pengennya mudik, tapi dimintain tolong sama warga buat ngawal orang-orang pulang mudik. Ya namanya tugas, mau gimana lagi?

Saturday, 8 May 2010

Kualitas Layanan Internet

Kalo ngelihat posting-posting di berbagai milis dan blog, banyak yang mengeluhkan buruknya infrastruktur internet di Indonesia. Secara umum banyak yang bertanya, "Kapan ya, internet Indonesia bisa cepet dan murah bagi semua orang?"

Menurut saya, jawabannya begini: "Sampe semua orang mau melakukan sesuatu buat Indonesia, sekecil apapun. Bukan cuma meminta sesuatu terus dari pemerintah."

Bukannya saya pro atau kontra sama pemerintah Indonesia. Netral aja. Kalo ada yang bagus dari kebijakan pemerintah, saya bangga jadi warga negara Indonesia. Kalo ada yang buruk, saya coba kasih kritik melalui berbagai cara, termasuk blog ini.

Demikian juga dengan sesama warga Indonesia. Nggak semuanya kok apa yang diminta sama orang Indonesia itu jelek, pada dasarnya emang hak dasar warga negara untuk bisa menikmati pendidikan dan layanan kesehatan yang memadai misalnya. Tapi, coba sekali-kali dipikirkan, apa yang sudah kita lakukan untuk membuat diri kita sendiri sehat misalnya?

Sebagai contoh, apakah kebiasaan bangun siang masih terus dipelihara? Apa kebiasaan mencuci tangan sebelum makan sudah menjadi "kebutuhan"? Tanpa disuruh cuci tangan dulu sebelum makan. Seolah "ada yang kurang" kalo nggak cuci tangan dulu sebelum makan.

Banyak contoh lain yang bisa diceritakan.

Intinya, kita bisa buat merah putih terus berkibar, kalo kita mulai sesuatu yang kecil dari diri kita sendiri.

Sunday, 14 March 2010

Earth Hour

Pada tanggal 27 Maret 2010, WWF akan mengadakan program Earth Hour.

Apa itu? Ini adalah sebuah gerakan yang mengajak kita semua untuk mengurangi (walaupun hanya sedikit) efek dari pemanasan global yang membuat manusia semakin tidak nyaman menjalani hidupnya di bumi ini.

Caranya bagaimana? Pada tanggal 27 Maret 2010, pukul 20.30 waktu setempat, kita mematikan semua peralatan listrik di tempat tinggal kita. Atau, bagi yang pada tanggal itu terpaksa harus lembur di kantor, anda bisa pulang lebih cepat. Matikan komputer di cubicle anda, matikan lampu di rumah anda, matikan sebanyak mungkin peralatan listrik.

Tentu saja perlu diperhatikan agar jangan betul-betul gelap, jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan gelapnya malam untuk kejahatan.

Berapa lama? Hanya satu jam saja! Dari pukul 20.30 hingga pukul 21.30 waktu setempat.

Ada lagi yang bisa saya lakukan? Beritahu teman-teman, saudara, tetangga, pak RT, pak RW, pak Lurah, pak SBY, tentang gerakan ini. Kita bisa melakukan sesuatu untuk kemanusiaan dari hal yang kecil, hal yang sederhana. WWF sudah menyediakan beberapa leaflet yang siap dicetak dan disebarkan bagi mereka yang berminat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Ada informasi lebih jauh yang bisa saya ketahui? Kunjungi situs resmi Earth Hour.

Wednesday, 18 November 2009

Kurang Bertanggung Jawab

Salah satu kelemahan bangsa Indonesia adalah kurangnya tanggung jawab terhadap lingkungan. Contoh yang paling sering terjadi dan mudah ditemukan adalah sampah yang berserakan hampir di segala tempat. Kasus lain sering terjadi di kantor tempat saya bekerja. Ceritanya begini: Gedung tempat saya bekerja terdiri atas delapan lantai. Di setiap lantai ada dua set kamar kecil, masing-masing terletak di ujung gedung dari masing-masing lantai. Setiap set kamar kecil terbagi jadi dua, satu untuk laki-laki, satunya lagi untuk perempuan. Berarti di gedung saya sendiri total ada 32 ruang kamar kecil. Masalah muncul ketika pasokan air yang ada di tangki air lantai sembilan habis. Banyak orang yang dalam suasana seperti ini membiarkan keran air terbuka. Jadi ceritanya ketika dia masuk ke kamar kecil, membuka keran air, dan mendapati air di tangki habis, yang dilakukan cuma misuh-misuh "Wahh.. airnya habis nih!" Lupa kalau keran air baru saja dia buka. Lupa ditutup lagi. Walhasil, ketika tangki air kembali diisi, nggerojog-lah itu air melalui keran-keran air yang terbuka. Masalahnya kan ada setidaknya 32 keran air di satu gedung, masak semuanya musti diperiksain satu demi satu sama petugas yang bertanggung jawab mengisi tangki air. Bagusnya nih, kalo mau meringankan pekerjaan orang lain, ingatlah waktu membuka keran air yang kosong, bahwa nanti tangki air pasti diisi kembali. Kalo kerannya dibiarkan terbuka, ya percuma air terbuang nggerojog lewat keran yang dibiarkan terbuka.

Friday, 30 October 2009

Mahalnya Kursi

Salah satu komoditi paling mahal di kota Jakarta, Indonesia, adalah kursi. Buktinya orang selalu memperebutkan kursi, baik itu dalam arti harfiah maupun arti konotatif.

Cobalah lihat perebutan kursi calon legislatif di gedung DPR/MPR Senayan, setiap lima tahun sekali. Tengok juga perebutan kursi bangku di sekolah-sekolah favorit setiap periode bulan Juli - Agustus.

Kalau menunggu satu atau lima tahun dianggap terlalu lama, cobalah tengok setiap hari di angkutan umum Jakarta, terutama pada saat jam-jam berangkat kerja, terlebih lagi jam-jam pulang kerja. Begitu ada bis kosong, langsung diserbu oleh penumpang yang seperti kehausan ingin merasakan sejuknya kursi kosong.

Di stasiun kereta Tanah Abang, Jakarta Selatan, pemandangan perebutan kursi kosong di kereta api selalu bisa dinikmati setiap hari kerja. Tanpa permisi kepada orang yang sudah lebih dulu duduk, banyak orang yang main seradag-serudug langsung duduk di sela-sela kursi yang masih kosong, kadang kala membuat orang yang sudah lebih dulu duduk tertindih dengan hentakan keras.

Ini dia salah satu hal yang mulai punah di Jakarta, dan pelan-pelan semakin menghilang ditelan egoisme warganya. Bagaimana tidak semakin egois, kalau mereka semakin tenggelam dari hari ke hari di dalam gelombang update status fesbuk.

Friday, 24 April 2009

Forget Facebook, Try a Textbook | NBC Connecticut




An Ohio State University study shows that college student's who actively change his/her status on Facebook significantly get lower GPA than non-Facebook users.

Click the link for details:

Forget Facebook, Try a Textbook | NBC Connecticut