Padahal dalam budaya Islam, meriwayatkan hadits tidak boleh sembarangan. Jika dalam rantai riwayat sebuah hadits terdapat orang yang diragukan kejujurannya, maka hadits itu, betapa pun meyakinkannya, harus ditolak. Apalagi di dalam surat alHujurat(49) ayat ke-6 tercantum perintah bagi umat Islam untuk selalu melakukan verifikasi terhadap berita yang diterima.
Berikut ini uraian yang saya sampaikan berkaitan dengan artikel "Kecerdasan Orang Yahudi".
Salah satu sebab kenapa orang Yahudi pintar dan kebanyakan Muslim bodoh adalah:
1. Kebanyakan Muslim cenderung menerima berita mentah-mentah tanpa melakukan verifikasi apakah memang berita tersebut benar atau tidak.
Padahal dalam kitab utama Muslim, alQuran, tercantum dalam surat alHujurat ayat 6:
Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
QS. al-Hujurat (49) : 6
(http://e-quran.sourceforge.net/chapter/049.html)
QS. al-Hujurat (49) : 6
(http://e-quran.sourceforge.net/chapter/049.html)
Kalau rajin menggunakan Google, seharusnya di jaman sekarang ini pemeriksaan kebenaran berita jauh lbih mudah dilakukan.
Memasukkan kata kunci "Stephen Carr Leon" ke Google, didapatkan satu review tetang berita Kecerdasan orang Yahudi sebagai berikut:
http://bedtimestorie.blogspot.com/2009/02/who-fish-is-dr-stephen-carr-leon.html
Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Semoga kita berbesar hati untuk mengambil pelajaran dari kitab kita sendiri, alQuran. Terutama dalam kasus ini surat alHujurat(49) ayat 6.
