Showing posts with label inspiring. Show all posts
Showing posts with label inspiring. Show all posts

Friday, 14 June 2019

Allah Does Not Burden what His Slaves can not Bear With

Taken from https://contentmuslimah.tumblr.com/post/185524444567/my-husband-said-something-to-me-today-that-really

My husband said something to me today that really got me thinking. Noticing i’ve been down the past few days, he reminded me that everything will be okay. He said that Allah will not burden us beyond what we can bear, and that is something we are constantly told. What he went on to say was if we cannot bear it, then there is something wrong in us. A deficieny of some sort. I’ve never really thought of it like that before. At times you will go through trials that really do seem unbearable, these trials will sometimes put a hold on your life. You get stuck in a rut and it is as though nothing is improving. You feel trapped, and although these tests upon first impact can be a hurdle to get over, it is still very possible. However, when it extends for much longer than what is bearable, when it begins to impact your sanity, you start to wonder if this test is here to build you up or to completely tear you down. 
What he said to me really changed my perspective. I am able to make even the smallest of things unbearable, if i refuse to move on, if i refuse to adapt and shape my life around it, or if i refuse to face the obstacles that come with this hardship. What could easily come and go if i could come to terms with it, could also remain with me and eat up at me for the longest time if i refuse to challenge it, or to challenge myself. What he said made me realize that because i was not willing to accept certain changes in my life, i was stalling and in turn experiencing this relentless torture. 
I don’t know if this will help anyone, but if you’re experiencing something similar, something that just won’t leave you.. maybe reflect on yourself and how you’re handling the situation. It could be that the door for relief was wide open for you all along, but you haven’t bothered to take the steps that will lead you out of this mess, whether it is out of fear, anxiety, a lack of motivation, ect. Life is a series of hurdles and events that we must either cross or adapt to, otherwise we will never grow, our struggles will never leave us and everything will only continue to pile up. Our time and what is written for us will not stop for the sake of our comfort. You just have to catch up with yourself.

Saturday, 22 March 2014

[zen habits] What if You Didn't Have to Worry About Yourself?

Posted: 21 Mar 2014 07:35 AM PDT
http://zenhabits.net/other/

Credit to Leo Babauta

Have you ever had people annoy you at work? Or maybe family members whose little habits bothered you? Have you been frustrated by a store clerk or waiter, or maybe another driver? What about frustration with your kid, or spouse?


How can we become more tolerant, find calm in the middle of all of these annoyances and frustrations?

For me, when I remember, the answer lies in getting outside of myself.

Friday, 12 July 2013

Tentang Kemuliaan dan Membanggakan Diri

"Ingatlah olehmu akan nikmatKu yang telah Aku kurniakan kepadamu, dan sesungguhnya Aku telah pernah memuliakan kamu atas bangsa-bangsa." (Q 2:47)

Diperingatkan hal ini, bahwa kemuliaan yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka itu, bukanlah karena darah keturunan mereka lebih tinggi dari darah keturunan yang lain. Sekali-kali tidaklah Tuhan mengajarkan perbedaan suku (ras), tinggi itu rendah ini. Mereka pernah dimuliakan melebihi bangsa dan suku yang lain, sebab merekalah penerima waris ajaran nenek-moyang mereka Ibrahim, Ishak dan Ya'kub tentang percaya kepada Allah Yang Maha Esa. Selama Tauhid itu mereka pegang teguh, kemuliaan itu tidaklah akan dihilangkan atau dicabut dari mereka. Jadi mereka diberi kemuliaan ialah karena kemuliaan pendirian. Adapun kalau Tauhidnya telah hilang, dan yang mereka pertahankan telah tinggal kemegahan saja menyebut-nyebut kebesaran yang lampau, hinalah mereka dan bangsa lain yang menerima dan menjunjung Tauhid itu pulalah yang akan dimuliakan Tuhan.

Saturday, 22 May 2010

Kecil dan Besarnya Pekerjaan

Jangan pernah mengharapkan pekerjaan yang besar karena pekerjaan yang besar jarang datangnya. Mulailah dari pekerjaan yang kecil secara konsisten dan hasilnya akan jadi besar. -Mario Teguh

Wednesday, 10 February 2010

About Getting Started (of everything)

It's always hard to get started. If you do start it, you already win half of the battle.

Sunday, 10 January 2010

Einstein Principle

This principle is really a simple principle that says if you pay more attention to one job at a time, then you will be more likely to finish it. On the contrary, if you pay your attention to two or more things at the same time, you will likely end your day with a guilty feeling, which is, you feel tired, but you feel there is nothing was done.

Friday, 14 August 2009

Kompetisi Roket Indonesia

Sejak dua tahun terakhir, Lapan mengadakan Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) untuk mahasiswa. Kira-kira.. ke depannya Indonesia bakal dicap negara teroris nggak sama Amerika ya.. kan roket punya potensi buat jadi senjata.

Wednesday, 24 June 2009

Belajar dari Star Wars dan Star Trek

Trilogi film Star Wars punya alur cerita yang menarik, setidaknya bagi sebagian orang. Aku termasuk ke dalam orang yang tertarik dengan alur ceritanya. Sedari kecil, fantasi tentang kehidupan di luar angkasa seringkali menghiasi dunia khayalku sebagai seorang kanak-kanak. Di samping tentu saja, aku suka semua hal yang berkaitan dengan astronomi.

Untung, akhirnya aku nggak kuliah di jurusan astronomi. Aku ternyata jatuh cinta sama dunia informasi yang rupanya jauh lebih menarik bagiku.

Kembali tentang Star Wars, trilogi film ini bukan hanya menarik dari sudut pandang jalan ceritanya. Menurutku setidaknya ada aspek lain yang bisa diambil pelajarannya dari trilogi film ini.

Seri film Star Wars bukan hanya terdiri atas tiga judul film ternyata. Masih ada tiga judul lagi yang lain. Yang menarik, film yang dibuat pertama kali bukan lah film yang mengawali seluruh rangkaian cerita. Pada tahun 1977, film pertama yang dibuat dan dirilis oleh George Lucas justru film yang menceritakan kejadian di tengah-tengah rangkaian cerita.

Di tahun 2009 ini, kejadian yang serupa terjadi pada seri film Star Trek. Di tahun ini dirilis satu judul film yang menceritakan tokoh Spock dan Kirk ketika mereka masih belia. Padahal sudah puluhan film Star Trek dibuat, dengan berbagai cerita yang menarik penuh fantasi dan khayalan futuristis, sekaligus humanis.

Apa yang menarik dari proses pembuatan film di kedua seri ini? Bahwa kita dalam berkarya tak perlu harus mulai dari awal sekali. Apa yang bisa kita lakukan, mulai saja dari sana.

Agar lebih mudah dipahami, saya berikan satu contoh. Katakanlah anda berkeinginan menjadi seorang penulis. Impian anda salah satunya adalah agar dunia mengenal nama anda. Anda ingin terkenal sebagai seorang penulis.

Masalahnya anda tak punya segala hal yang diperlukan untuk menjadi penulis terkenal. Jangankan komputer, mesin ketik manual pun anda tak punya. Lalu apa yang bisa anda lakukan?

Mulai saja dari apa yang bisa anda lakukan. Modal utama anda adalah waktu. Selama anda masih bisa menghirup udara, dan jantung anda masih berdegup, lakukan sesuatu. Anda bisa mulai menulis dengan menggunakan kertas-kertas bekas misalnya. Topik apa saja, tulislah. Apa yang bisa anda kritisi dan komentari, tulislah.

Waktu yang masih tersedia dapat anda manfaatkan untuk berlatih, berlatih, dan berlatih. Setelah selesai berlatih, latihan lagi, latihan, latihan, dan latihan lagi. Anda tak harus mulai dari awal sekali, anda bisa mulai dari tengah cerita, bahkan mungkin anda bisa memulainya dengan menuliskan sesuatu yang menjadi akhir cerita besar anda.

Thursday, 8 January 2009

Umur, Umur, Umur

Tahukah anda, kata umur dalam bahasa Indonesia diturunkan dari bahasa Arab? Bahasa Arab adalah satu bahasa yang dari satu akar kata bisa dibentuk banyak sekali kata turunan yang maknanya saling terkait dengan makna dari akar kata pembentuknya. Contohnya ya kata umur ini.

Dalam bahasa Arab, kata umur berasal dari huruf-huruf Alif, Mim, dan Ra. Dari ketiga huruf ini, bisa dibentuk berbagai macam kata: Amir, Umara', Umur. Semuanya punya keterkaitan makna yang sama, yang dalam bahasa Indonesia kita menyebutnya dengan Urusan.

Maka kata Umara' mengacu pada seseorang yang diberikan kepercayaan untuk mengurus hajat hidup orang banyak.

Kata Amir sering diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai Pemimpin. Dan seorang pemimpin pasti punya urusan, yang menyangkut urusan sosial kemasyarakatan dengan rakyat yang dipimpinnya.

Demikian juga kata umur, yang dalam bahasa Indonesia sering diasosiasikan dengan usia, atau masa hidup manusia. Dengan diberi umur, artinya manusia masih diberi kepercayaan oleh penciptanya untuk menyelesaikan berbagai urusan. Mengurus istri, anak, dan keluarga. Mengurus pekerjaan di kantor. Mengurus kerukunan dengan tetangga. Mengurus hutang piutang.

Kadang, walaupun sudah jarang, kita dengar orang berkata, "Syukur aku masih punya umur.." Maksudnya dalam konteks ke-Indonesia-an adalah dia bersyukur karena masih diberi kesempatan buat hidup. Tapi, di balik kata umur yang diucapkan, tersembunyi satu rahasia kehidupan, yaitu bahwa dia masih diberi kesempatan hidup untuk menyelesaikan urusan-urusan yang masih belum terselesaikan. Ucapan kalimat tadi bisa kita baca sebagai "Syukur aku masih hidup..", atau "Syukur aku masih diberi urusan.."

Dalam kaitan dengan awal tahun, mari kita renungkan sudah berapa lama kita hidup? Dua puluhan tahun? Belasan tahun? Tiga puluhan?

Apa yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikan urusan yang masih tertinggal? Satu pemikiran yang muncul dalam benak saya di penghujung tahun yang lalu adalah seperti ini:

Dengan bertahun-tahun kesempatan yang sudah kita nikmati dalam hidup ini, beramal baik selama satu jam tentu tidak akan membuat kita susah. Nikmat hidup yang sudah diberikan kepada kita tidak sebanding dengan rasa kantuk yang kita rasakan ketika bangun di pagi hari yang dingin untuk bersiap-siap berangkat ke tempat kerja. Berapa lama sih kita mempersiapkan diri sebelum berangkat kerja? Dua jam, tiga jam mungkin. Dibandingkan 20 tahun usia kita, itu tak ada artinya.

Bekerja keras dengan serius ketika orang lain enak-enak baca koran di kantor, atau ketika teman-teman kita asik nonton gosip selebritis di televisi di sela-sela kesibukan kantor... Berapa lama kita kerja serius? Pagi hari paling lama sampai jam dua belas siang.. paling lama empat jam. Dibanding kesempatan hidup kita yang sudah 20 atau 30 tahun? Tentu tak membuat kita kesulitan kan? Hanya bersusah payah empat jam, nikmat yang Allah berikan kepada kita sudah 30 tahun. Tak ada artinya jerih payah kita itu.

Mari kita bersemangat terus untuk menambah jumlah dan kualitas amal kita di tahun ini. Semoga umur, urusan, yang kita dapatkan bisa menambah timbangan pahala kita nanti di akhirat.

Yuk.. semangat..! Kita kembali kerja, menyelesaikan urusan yang masih tertinggal. Berkonsentrasi tujuh sampai delapan jam untuk hari ini tak banyak berarti dibandingkan nikmat Allah yang telah dia percayakan kepada kita selama puluhan tahun.

Oh iya.. jangan lupa ya.. untuk teman-teman yang muslim, mulailah dengan membaca Basmalah.

Monday, 24 November 2008

Anak Tawuran

Kawan, pernahkan kalian mendengar
Berita tentang anak jalanan
yang terlibat tawuran?

Kawan, pernahkah kalian dengar
Berita tentang anak terpelajar
Siswa dan mahasiswa
yang terlibat tawuran?

Kawan, pernahkah terlintas
Dalam benak kalian
Mengapa anak jalanan
Lebih terpelajar daripada
Anak kuliahan?

Monday, 17 November 2008

Wanita Cantik

Ini berlaku bagi kedua jenis kelamin, pria maupun wanita.

Jika anda mendapatkan kesempatan di tempat umum bertemu dengan wanita cantik, ada yang jauh lebih menarik dari si wanita itu sendiri. Cobalah perhatikan bagaimana reaksi orang-orang di sekitar anda yang juga mengamati si Cantik.

Ada yang bermuka sinis. Mungkin merasa tersaingi dengan kecantikan si Cantik.

Ada yang terkagum-kagum dan tak melepaskan pandangan dari si Cantik.

Ada yang cuek-cuek merasa sok penting, sedikit berharap siapa tahu si Cantik menyapa dirinya.

Ada yang mencoba menggoda si Cantik, dengan bersiul atau melontarkan kata-kata yang kadang kurang ajar.

Ada yang matanya jelalatan, mencari mangsa, siapa kira-kira yang lengah karena kehadiran si Cantik. Mereka yang lengah ini calon empuk buat dicopet dompetnya.

Ada yang tak sadar akan kehadiran si Cantik. Sebab posisinya membelakangi si Cantik sih.

Sedikit yang mengamati orang-orang di sekitarnya, seperti anda.

Thursday, 14 August 2008