Friday, 3 October 2014

Munajat

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Allaahumma shalli wasallim wabaarik 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammad. Astaghfirullahal a'zhiim wa atuubu ilaih.

Ya Allah, selamatkanlah kami semua dari semua dosa dan perbuatan kami sendiri.

Selamatkanlah dari kehinaan dan permaluan.

Selamatkanlah dari fitnah dunia dan segala apa yang membahayakannya.

Ya Allah, Engkau yang menahan sesuatu dan menjaganya.

Engkau jugalah pemilik segala pertolongan yang kami-kami butuhkan.

Semua beban kami, kesulitan kami, kesusahan kami, hanya Engkau yang mampu mengatasinya.

Hanya Engkau ya Allah.

Tidak ada selain Engkau yang mampu menolong kami.

Tidak ada satu pun pertolongan manusia bisa menolong kami jika Engkau tiada menghendakinya. Dan tidak ada satu pun bahaya menimpa kami jika Engkau juga tiada mengizinkannya.

Ya Allah, terlalu kecil semua urusan kami buat-Mu. Bahkan semua urusan manusia jika dikumpulkan dan dihadapkan pada-Mu, juga teramat kecil.

Tiadalah salah kami yang lemah ini benar-benar bergantung kepada-Mu.

Jika ada dosa kami, maka ampunilah ya Allah. Jangan sampai dosa kami menyengsarakan kami dunia akhirat.

Dan jika ada kebaikan dari diri kami, mudah-mudahan ia mencukupi buat diri kami mendapatkan rahmat-Mu.

Wahai Yang Maha Pengasih dan Yang Maha Penyayang, sungguh kami sangat berhajat akan pertolongan-Mu.

Ya Allah, betapa kami-kami ini sudah menjadi hamba-Mu yang lalai dan lalai terus. Diberi nikmat sedikit saja, sudah lari kami menjauh dari diri-Mu. Adalah pantas jika kemudian kesusahan dan kesulitan kembali Engkau hidangkan di kehidupan kami.

Ya Allah, kami pahami semua kesulitan kami adalah sebuah bentuk Kasih Sayang-Mu terhadap kami. Engkau tidak menghendaki kami susah di negeri yang kami tidak bisa lagi kembali. Engkau menghendaki kami bertaubat dan meniti jalan lagi kembali menuju diri-Mu.

Ya Allah, bimbinglah kami agar kami bisa menemukan mutiara di balik semua kesusahan kami.

Penuhi hati kami dengan kesabaran, keikhlasan menjalani hidup, dan niatan yang kuat untuk memenuhi hidup kami dengan ibadah kepada-Mu.

Ya Allah, kepada siapa lagi kami mengadu jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami bersandar jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami berlindung dari segala ketakutan dan kegelisahan kami, jika bukan kepada-Mu.

Allahumma laka-l-hamdu. Wa ilayka mustyaka. Wa anta-l-musta'an.

Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Dan kepada Engkau saja kami pantas mengeluh. Dan Engkau semata tempat kami memohon pertolongan.

Tunjukkan segala jalan buat kami untuk mendapatkan ridha-Mu dan Pertolongan-Mu.

Ya Allah, sesiapa yang membaca doa ini, lalu ia menambahinya dengan apa-apa yang menyesakkan dadanya, kabulkanlah.

Sesiapa yang membaca doa ini, dan kemudian ia menambahi dengan apa yang memusingkannya, dan dengan apa yang menjadi hajatnya, kabulkanlah
ya Allah.

Sesiapa yang membaca doa ini, dan kemudian ia menambahi dengan apa yang menjadi pujian kepada-Mu semata, dan merendahkan dirinya di hadapan keagungan-Mu semata, terimalah ya Allah. Terima sebagai tambahan keutamaan buatnya.

Bebaskan semua yang sedang punya kesulitan dari kesulitannya. Bebaskan
semua yang sedang kesusahan dari kesusahannya. Bebaskan semua yang
zalim dari kezalimannya. Bebaskan semua yang sedang bermaksiat dari
maksiatnya. Bebaskan semua yang bodoh dari kebodohannya. Bebaskan
semua yang sombong dan berbangga diri dari kesombongannya. Sebab Kasih
Sayang-Mu.

Engkau betul-betul Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tidak ada yang tidak mungkin bagi diri-Mu.

Kekuasaan-Mu tiada berbatas tiada bertepi.

Laa hawla walaa quwwata illaa billaahi-l 'aliyyil 'adzhiim, washallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihii ajma'iin, wa-l-hamdulillaahi Robbi-l-'aalamiin.

Onliners.. Jika munajat ini dirasa bermanfaat, mohon disebarkan bagi
saudara-saudara muslim dan mukmin. Semoga jadi amal saleh kita semua.
Amin.

Friday, 29 August 2014

Pemeliharaan Tuhan

Tuhan Pemelihara kami, Engkau telah meliputi segala sesuatu (dengan) rahmat dan ilmu(-Mu), maka ampunilah orang-orang yang telah bertaubat dan mengikuti jalan-Mu dan hindarkanlah mereka dari siksa azab (neraka) Jahim. Tuhan Pemelihara kami, masukkanlah mereka ke surga-surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan siapa yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan pasangan-pasangan mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan hindarkanlah mereka dari keburukan, dan orang-orang yang Engkau hindarkan darinya keburukan pada hari itu, maka sesungguhnya Engkau telah merahmatinya dan demikian itulah (yakni penghindaran dari keburukan) keberuntungan yang agung. QS 40:7-9.

Saturday, 22 March 2014

[zen habits] What if You Didn't Have to Worry About Yourself?

Posted: 21 Mar 2014 07:35 AM PDT
http://zenhabits.net/other/

Credit to Leo Babauta

Have you ever had people annoy you at work? Or maybe family members whose little habits bothered you? Have you been frustrated by a store clerk or waiter, or maybe another driver? What about frustration with your kid, or spouse?


How can we become more tolerant, find calm in the middle of all of these annoyances and frustrations?

For me, when I remember, the answer lies in getting outside of myself.

Saturday, 4 January 2014

Tentang Kesombongan

"Dan (ingatlah) tatkala Kami berkata kepada Malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam! Maka sujudlah mereka, kecuali iblis, enggan dia dan menyombong, karena adalah dia dari golongan makhluk yang kafir. (ayat 34).

Inilah kelanjutan dari pelaksanaan keputusan Allah mengangkat Khalifah di bumi itu. Adam telah dijadikan dan telah diajarkan kepadanya berbagai nama, dan banyak ilmu yang diberikan kepadanya, yang tidak diberikan kepada Malaikat. Kemudian diperintahkan Tuhanlah Malaikat-malaikat itu menyatakan hormat kepada Adam, dengan bersujud.

Thursday, 29 August 2013

Tentang Sihir

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu melakukan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir, melainkan setan-setan itulah
yang kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, padahal keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seseorang
sebelum mengatakan, "Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir." Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu sesuatu yang dapat memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya (atau sebaliknya). Mereka (ahli sihir) tidak akan dapat mencelakakan
seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan, dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barang siapa yang
menukar (kitab Allah) dengan sihir itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu. (Albaqarah 102).

Saturday, 17 August 2013

Tentang Berhati-hati dengan Caci-maki

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa pada suatu hari Abu Bakar as-Shiddiq duduk dekat Rasulullah s.a.w. dalam satu majlis. Tiba-tiba datanglah seseorang, lalu orang itu melepaskan beberapa caci-maki kepada Abu
Bakar, dan Abu Bakar menjawab, kelihatan muka Rasulullah berubah jadi
marah, dan beliau terus berdiri meninggalkan majlis itu. Melihat Rasulullah berdiri, Abu Bakarpun berdiri mengikuti beliau. Lalu dia bertanya: "Orang itu memaki aku dan aku berdiam diri, sedang engkau tersenyum. Tetapi kemudian setelah makiannya itu keterlaluan dan aku menangkisnya, engkau kelihatan marah dan engkau segera berdiri meninggalkan majlis. Kenapa begitu?"

Friday, 12 July 2013

Tentang Kemuliaan dan Membanggakan Diri

"Ingatlah olehmu akan nikmatKu yang telah Aku kurniakan kepadamu, dan sesungguhnya Aku telah pernah memuliakan kamu atas bangsa-bangsa." (Q 2:47)

Diperingatkan hal ini, bahwa kemuliaan yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka itu, bukanlah karena darah keturunan mereka lebih tinggi dari darah keturunan yang lain. Sekali-kali tidaklah Tuhan mengajarkan perbedaan suku (ras), tinggi itu rendah ini. Mereka pernah dimuliakan melebihi bangsa dan suku yang lain, sebab merekalah penerima waris ajaran nenek-moyang mereka Ibrahim, Ishak dan Ya'kub tentang percaya kepada Allah Yang Maha Esa. Selama Tauhid itu mereka pegang teguh, kemuliaan itu tidaklah akan dihilangkan atau dicabut dari mereka. Jadi mereka diberi kemuliaan ialah karena kemuliaan pendirian. Adapun kalau Tauhidnya telah hilang, dan yang mereka pertahankan telah tinggal kemegahan saja menyebut-nyebut kebesaran yang lampau, hinalah mereka dan bangsa lain yang menerima dan menjunjung Tauhid itu pulalah yang akan dimuliakan Tuhan.