Sunday, 10 February 2013

Menghafal Quran Kata per Kata

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mempermudah menghafal Alquran. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menghafal makna setiap kata yang menyusun ayat-ayat Alquran yang kita hafalkan. Beberapa penerbit di Indonesia sudah ada yang meluncurkan Alquran edisi Terjemah per Kata.

Bagi pengguna perangkat BlackBerry, atau pengguna komputer, terjemah kata ayat Alquran juga dapat diakses melalui situs Corpus Quran.

Tuesday, 22 January 2013

Keadilan Pemberitaan Media

Salah seorang rekan di dunia maya, Papa Fariz, menulis tentang pemberitaan yang pincang terhadap salah satu ormas di Indonesia. Saya pribadi terus terang tidak setuju dengan sikap anarkis yang kadang
ditunjukkan oleh ormas tersebut, sama tidak setujunya dengan sikap tak berimbang dalam menyampaikan berita yang dilakukan media massa.

Memang lebih mudah untuk memberitakan kekurangan seseorang atau kelompok tertentu daripada memberitakan prestasi mereka. Kenapa? Salah satu alasannya karena berita tentang kekurangan atau kelemahan orang lain itu lebih menarik bagi masyarakat luas, punya daya jual yang lebih tinggi. Dan memang itu adalah salah satu tujuan media massa, yaitu sedapat mungkin menarik perhatian sebanyak mungkin orang.

Berikut ini tulisan pendapat Papa Fariz.

---------- Forwarded message ----------

Monday, 31 December 2012

Melawan Takdir

Just come with this thought this morning:

Takdir Allah itu bisa dilawan apa nggak? Menurutku jawabannya bisa.

Tuesday, 11 December 2012

Celaka Duabelas! Kiamat Duabelas!


"Emang, kiamat itu kapan sih? Bukannya itu rahasia Tuhan? Katanya, ada yang bilang, tanggal 12 Desember besok bakalan Kiamat."

"Yah, kalo emang bener besok kiamat, kita tungguin aja."

Maka, menjelang masuknya tanggal 12 Desember, beberapa orang berkumpul di tengah-tengah kota. Sama-sama melihat detik-detik datangnya tanggal 12. Semakin dekat ke pertengahan malam, suasana semakin mencekam. Makin banyak orang yang menunggu-nunggu, karena penasaran dan ingin tahu, apa betul kiamat akan benar-benar terjadi?

Tanpa ada yang memberikan komando, tiba-tiba saja dalam sepuluh detik terakhir, semua orang yang berkumpul mulai sama-sama menghitung mundur.

"Sepuluh.. Sembilan.. Delapan.."

Saturday, 20 October 2012

Kelebihan Antar Golongan (4)

Pendahuluan

Negeri ini mengalami berbagai macam masalah, selama beberapa tahun terakhir. Seolah tak kunjung usai. Bencana alam, masalah-masalah sosial, kepercayaan diri, dan banyak lagi masalah bisa diberikan untuk memperpanjang daftar yang sudah ada.

Semua masalah itu tak kunjung usai, dan bahkan mungkin semakin memburuk, ketika seseorang atau sekelompok organisasi mengusulkan sebuah pemecahan. Mengapa sebuah pemecahan justru malah membuat keadaan semakin buruk? Karena orang lain akan memberikan komentar mereka, menilai usulan dari kelompok pertama tak akan membuahkan hasil, dan merasa pendapatnya lebih baik dan lebih memberikan solusi.

Di tengah-tengah suasana seperti itu, salah seorang putra negeri, Buya Hamka, pernah menulis satu tulisan yang menurut saya penting untuk sama-sama diketahui oleh siapa pun yang peduli dengan nasib negeri ini. Buya Hamka menuliskan pandangannya, dalam bagian tafsir Al-Azhar Juzu' III, pada bagian yang membahas tentang ayat ke-253 surat al-Baqarah (surat ke-2) di dalam al-Quran. Tulisan beliau disampaikan di blog bukan dengan niat untuk membajak hak cipta atau melanggar hak cipta Buya Hamka dengan tafsirnya. Tulisan ini sengaja disampaikan di sini karena apa yang beliau tulis di sana saya pikir sangat penting dan relevan dengan kondisi yang sekarang terjadi.

Tulisan ini adalah bagian terakhir dari empat tulisan Buya Hamka. Bagian pertama dapat dibaca di sini. Semoga apa yang beliau sampaikan bermanfaat bagi kita semua.

Friday, 19 October 2012

Kelebihan Antar Golongan (3)

Pendahuluan

Negeri ini mengalami berbagai macam masalah, selama beberapa tahun terakhir. Seolah tak kunjung usai. Bencana alam, masalah-masalah sosial, kepercayaan diri, dan banyak lagi masalah bisa diberikan untuk memperpanjang daftar yang sudah ada.

Semua masalah itu tak kunjung usai, dan bahkan mungkin semakin memburuk, ketika seseorang atau sekelompok organisasi mengusulkan sebuah pemecahan. Mengapa sebuah pemecahan justru malah membuat keadaan semakin buruk? Karena orang lain akan memberikan komentar mereka, menilai usulan dari kelompok pertama tak akan membuahkan hasil, dan merasa pendapatnya lebih baik dan lebih memberikan solusi.

Di tengah-tengah suasana seperti itu, salah seorang putra negeri, Buya Hamka, pernah menulis satu tulisan yang menurut saya penting untuk sama-sama diketahui oleh siapa pun yang peduli dengan nasib negeri ini. Buya Hamka menuliskan pandangannya, dalam bagian tafsir Al-Azhar Juzu' III, pada bagian yang membahas tentang ayat ke-253 surat al-Baqarah (surat ke-2) di dalam al-Quran. Tulisan beliau disampaikan di blog bukan dengan niat untuk membajak hak cipta atau melanggar hak cipta Buya Hamka dengan tafsirnya. Tulisan ini sengaja disampaikan di sini karena apa yang beliau tulis di sana saya pikir sangat penting dan relevan dengan kondisi yang sekarang terjadi.

Tulisan ini adalah bagian ketiga dari tulisan Buya Hamka. Bagian pertama dapat dibaca di sini. Semoga apa yang beliau sampaikan bermanfaat bagi kita semua.

Kelebihan Antar Golongan (2)

Pendahuluan

Negeri ini mengalami berbagai macam masalah, selama beberapa tahun terakhir. Seolah tak kunjung usai. Bencana alam, masalah-masalah sosial, kepercayaan diri, dan banyak lagi masalah bisa diberikan untuk memperpanjang daftar yang sudah ada.

Semua masalah itu tak kunjung usai, dan bahkan mungkin semakin memburuk, ketika seseorang atau sekelompok organisasi mengusulkan sebuah pemecahan. Mengapa sebuah pemecahan justru malah membuat keadaan semakin buruk? Karena orang lain akan memberikan komentar mereka, menilai usulan dari kelompok pertama tak akan membuahkan hasil, dan merasa pendapatnya lebih baik dan lebih memberikan solusi.

Di tengah-tengah suasana seperti itu, salah seorang putra negeri, Buya Hamka, pernah menulis satu tulisan yang menurut saya penting untuk sama-sama diketahui oleh siapa pun yang peduli dengan nasib negeri ini. Buya Hamka menuliskan pandangannya, dalam bagian tafsir Al-Azhar Juzu' III, pada bagian yang membahas tentang ayat ke-253 surat al-Baqarah (surat ke-2) di dalam al-Quran. Tulisan beliau disampaikan di blog bukan dengan niat untuk membajak hak cipta atau melanggar hak cipta Buya Hamka dengan tafsirnya. Tulisan ini sengaja disampaikan di sini karena apa yang beliau tulis di sana saya pikir sangat penting dan relevan dengan kondisi yang sekarang terjadi.

Tulisan ini adalah seri kedua dari empat seri. Semoga apa yang beliau sampaikan bermanfaat bagi kita semua.