Monday, 14 November 2005

Re: [e-Journal Piawai Menulis] 11/11/2005 05:41:51 PM

--- Dodol Surodol <renatha@gmail.com> wrote:

Halo Surodol! Apa kabarnya dikau? Sudah lama kita tak berjumpa. Di
manakah dikau gerangan berada sekarang?

---------------------------------
Yak, setuju sekali dengan Kakak Anung ini.

--
Posted by Dodol Surodol to e-Journal at 11/11/2005 05:41:51 PM


__________________________________
Yahoo! FareChase: Search multiple travel sites in one click.
http://farechase.yahoo.com

Friday, 11 November 2005

Piawai Menulis

Once upon a time.. berkumpullah Tura dan kawan-kawannya di dunia saiber. Dalam ruangan konferensi maya (virtual room conference). Tura dan kawan-kawannya ngobrol ngalor-ngidul. Sekedar mengenyahkan rasa jenuh dari rutinitas pekerjaan di kantor. Saking ngalor ngidulnya mereka ngobrol, akhirnya topik pembicaraan nyerempet-nyerempet ke masalah WebLog. Ramailah suasana ruang konferensi dengan berbagai pendapat tentang Blog. Akhirnya Tura dan kawan-kawannya menyimpulkan satu hal (jadi setidaknya ada satu hal positif dari perbincangan maya ngalor-ngidul itu). Masing-masing peserta konferensi sepakat untuk membuat blog-nya masing-masing dan setiap mereka wajib mencantumkan link ke blog milik peserta konferensi yang lainnya.

Walhasil, Tura pun kemudian menindaklanjuti hasil perbincangan maya tadi dengan membuat sebuah WebLog di blogger.com. Tak terasa masa sudah terlewat beberapa bulan. Dan sampai saat ini bisa terlihat di antara peserta konferensi tadi siapa yang paling gemar menulis.

Perkara menulis memang tidak semudah seperti tampaknya. Ketika orang melihat penerbitan buku-buku cerita di toko buku yang semakin banyak saja dari hari ke hari, kebanyakan orang melihat menuliskan berbagai cerita sebagai hal yang mudah. Tapi buat orang yang tidak terbiasa, bisa memulai menuliskan kalimat pertama saja sudah menjadi sebuah prestasi besar.

Fenomena Blog buat Tura setidaknya bisa membantu hasrat terpendamnya untuk menorehkan kata, kalimat, dan ide dalam bentuk tulisan. Tak perlu tergantung kepada penerbit mana pun. Jika Tura punya ide, dia sesegera mungkin meraih pena dan kertas (atau membuka perangkat lunak pengolah kata di komputer terdekat) dan segera menuliskan ide-ide yang riuh rendah mengisi kepalanya dalam bentuk tulisan. Sebelum ide-ide tadi pergi dan kembali membuat kepala Tura kembali sunyi sepi. Sebelum Tura lupa apa yang pernah terlintas di dalam kepalanya.

Sebelum ada Blog, hasrat menulis Tura betul-betul terpendam. Saking terpendamnya itu hasrat, Tura sering merasa malas untuk sekedar menyalakan komputernya di rumah dan menuliskan rumpian ide yang numpang lewat di dalam kepalanya. Seringkali setelah komputernya menyala, Tura bukannya menulis tapi malah main game. Atau menulis prosa yang hanya dimengerti oleh kompilator komputer (dan terciptalah banyak program-program komputer kecil yang tidak terlalu bermanfaat).

Alhamdulillah kebiasaan Tura untuk mudah teralihkan perhatiannya ketika menyalakan komputer sudah mulai berkurang sekarang. Jadi dia lebih aktif menulis sekarang. Dan dia senang karena tulisannya tidak perlu disunat di sana-sini oleh editor penerbit. Karena tulisannya bisa langsung dia terbitkan di blognya sendiri (bedanya, di blog semuanya serba gratis. Sampe-sampe Tura juga nggak dapet uang sepeserpun dari kegiatannya menerbitkan tulisan di Blog).

Monday, 31 October 2005

Ikhtiar dan Harapan

Hidup di dunia bukan hanya untuk hari ini atau hari esok saja. Harus kau pikirkan akan jadi apa dirimu 10 tahun lagi.

Namun demikian..jangan lupa bahwa ajal bisa datang setiap saat. Kalaupun cita-citamu 10 tahun lagi tidak tercapai karena ajalmu datang di akhir hari ini, Allah mencatat niat dan usahamu sepanjang hari ini sebagai amal baik.

Kata Rasulullah, “Jikalau di tanganmu ada sebutir benih, tanamlah benih itu walaupun besok kiamat.”

Allah berfirman, “Janganlah engkau memutuskan asamu kepadaKu, sesungguhnya orang yang patah harapan itu adalah orang kafir.”

21:11:35

Tuesday, 25 October 2005

Good Guy and Bad Guy

Kata Rasul, “Sebaik-baik manusia di hadapan Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Kalau ada orang yang paling tidak berguna bagi orang lain, termasuk mengambil hak orang lain, berarti dia seburuk-buruk manusia di hadapan Allah. Betul?

Coba tengok keadaan bangsa ini. Agung Laksono dengan tega mengusulkan kenaikan gaji bulanan Wakil Rakyat yang Terhormat. Emang duitnya diambil dari mana sih Pak Dhe Agung? Dari pajak rakyat kecil toh? Kok Pak Dhe tega sih ngambil hak orang lain? Pak Dhe Agung mau jadi manusia terburuk di hadapan Allah?

Wednesday, 21 September 2005

(look like) Never Ending Job

..kerjaan yang kemaren-kemaren belon juga kelar..daftar tugasnya udah nambah lagi..

Tuesday, 20 September 2005

Finding Out New Things

It’s always interesting to find out new things, how things work. Yesterday morning when I was on the bus I saw a car with its wheel spins rapidly. Jari-jari rodanya jadi seperti transparan.

Aku jadi inget cerita bapak dulu tentang ide cloaking device. Idenya ya sesederhana itu, mirip juga dengan ide baling-baling kipas angin.

Di samping itu, beberapa hal di internet – termasuk di blogger.com sendiri – ada yang baru. Ada Blogger for Windows, ada Wikipedia, dan ada beberapa hal baru yang lain.

Sesuatu yang baru memang selalu menarik. Gue rasa tiap orang kalo dapet objek baru bakalan bertahan beberapa lama untuk mengeksplorasi ‘mainan’ baru itu.

Handphone baru.

Komputer baru.

Buku baru.

Mobil baru.

Blogspot baru.

Saturday, 17 September 2005

Sedia Payung Sebelum Membuat Orang lain Susah

Hari Jumat saya pulang malam dari daerah Grogol Jakarta Barat. Cuaca masih normal, tidak mendung, tidak juga cerah. Malah cenderung gerah. Pukul 21.00 baru saya dapat bis ke arah Selatan.

Sampai di Slipi Jaya, kondisi cuaca dan lalu lintas masih normal. Biasanya di akhir minggu seperti ini (hari Jumat malam) kondisi lalu lintas cukup padat. Mungkin kebanyakan orang lebih memilih pulang lebih cepat hari ini, karena kebetulan hari Jumat minggu ini berbarengan dengan pertandingan sepak bola Liga Indonesia yang sudah masuk babak 8 besar.

Menjelang daerah Slipi, hujan mulai turun. Kalau hujan turun di Jakarta, jalanan pasti macet. Ternyata benar. Begitu bis yang saya tumpangi mulai berjalan ke arah gedung BPK, lalu lintas pun mulai macet. Betul-betul tidak bergerak. Untungnya sopir bis segera ambil inisiatif untuk masuk jalur tol (kebetulan juga pas di depan gedung BPK ada pintu masuk tol, kalau nggak ada ya saya terpaksa ikut bermacet-macet ria malam ini).

Awalnya saya pikir kemacetan tadi hanya karena sebab yang biasa terjadi di Jakarta kala hujan turun, para pengendara kendaraan bermotor lebih berhati-hati mengemudikan kendaraannya karena jalan licin.

Ternyata keadaannya lebih buruk. Dalam kondisi jalan licin, lalu lintas masih bisa berjalan. Malam ini kejadiannya betul-betul lebih parah daripada situasi yang biasanya terjadi. Lalu lintas sepanjang depan gedung BPK sampai di bawah jembatan layang yang mengarah ke TVRI memang benar-benar macet total, tak ada satu pun kendaraan yang bisa jalan. Padahal selepas jembatan, keadaan jalan kosong melompong (kecuali diisi dengan air yang turun dari langit).

Kemacetan malam ini rupanya terjadi karena para pengendara motor lebih memilih menutupi jalan di bawah jembatan layang sehingga kendaraan lain sama sekali tidak bisa lewat.

Betul-betul parah.

Begitulah akibat kalau kita tidak sedia payung sebelum hujan (dalam kasus pengendara sepeda motor, payung lebih tepat digantikan dengan jas hujan). Gara-gara kita tidak mau bersusah payah menyiapkan jas hujan, sekian ratus orang yang sudah lelah dan segera ingin pulang ke rumahnya mau tak mau ngedumel di belakang para pengendara motor itu.