Wednesday, 24 October 2007

Reuni Akbar SMAN 28

Reuni akbar Alumni SMAN 28 JAKARTA Angkatan 1992

When?
Saturday, December 29th, 2007
10:00 WIB onwards

Where?
The Ballroom, Grand Flora Hotel - Kemang Jakarta Selatan

More Info?
- Arief Putra Swasana: 0816-720-129 / 021-7045-7744
- Alin: 0818-819-944
- SMAN28 Angkatan 92 mailing list: http://groups.yahoo.com/group/sman28-92

Tuesday, 18 September 2007

Computing Careers

Computing Careers: "The goal of this web site is to provide additional details that will help you prepare for a career in this area. In particular, we hope this site can help you decide how to develop the skills you need to be successful in a computing career — a journey that ordinarily begins with an undergraduate degree in a computing-related discipline."

Wednesday, 12 September 2007

The Shifts of Ramadhan

Last year, Ramadhan came to us several days later than this year.

Moses and Ramadhan the Holy Month

Menurut kisah, suatu hari nabi Moses berdoa kepada Tuhan, "Ya Allah, jika tiba saat bagiku sudah dekat dengan kematian, maka beritahulah aku, agar aku bisa mempersiapkan diri." Tuhan pun mengabulkan permohonan nabiNya.

Moses menjalani hidupnya dengan penuh tanggung jawab, sebagai seorang hamba Tuhan. Sampai suatu hari, datang malaikat Izrail, sang pencabut nyawa, kepada Moses. Moses pun terkejut, karena Izrail datang tiba-tiba tanpa memberitahu lebih dulu, seperti permintaanya kepada Tuhan. Moses pun bertanya kepada Izrail, "Wahai Izrail, mengapa kau datang tiba-tiba? Bukankah aku telah berdoa kepada Allah agar Dia memberi kabar sebelum engkau datang menjemputku?"

Izrail menjawab, "Wahai Moses, sesungguhnya Allah telah memberi kabar jauh-jauh hari. Allah memberi kabar akan kepastian datangnya kematianmu dengan banyak tanda."

"Tanda-tanda apakah itu?", tanya Moses.

Izrail pun menjelaskan, "Sesungguhnya Allah mengingatkanmu akan kematian dengan membuat banyak gigimu tanggal. Dia juga mengingatkanmu akan kematian dengan membuat rambutmu memutih. Dan Dia juga mengingatkanmu akan kematian dengan membuat penglihatanmu menjadi rabun."

Dari kisah di atas, kita bisa mengambil banyak pelajaran. Kematian itu pasti datangnya. Kita hidup di dunia ini hanya sekali saja. Waktu yang diberikan kepada kita untuk hidup di dunia ini terbatas, suatu saat akan habis. Jika gigi mulai tanggal, rambut mulai memutih, penglihatan mulai memudar, ingatlah bahwa kematian semakin dekat.

Selamat menyambut bulan Ramadhan, Selamat menjalankan ibadah Ramadhan bagi yang menjalankan. Sudah berkali-kali kita bertemu dengan Ramadhan, semoga kesempatan bertemu kembali dengannya tahun ini dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya. Banyak keringanan yang Tuhan berikan kepada manusia di dalam bulan Ramadhan, ibadah sunnah pun dibalas dengan pahala wajib, asal dengan niat ikhlas.

Bagi rekan-rekanku, sahabat-sahabatku, baik muslim ataupun bukan, kumohon kalian bukakan pintu maaf atas kesalahan-kesalahanku. Jika aku pernah membuat hati kalian sakit, aku mohon maaf.

Friday, 31 August 2007

Reuni Kecil

Tanggal 28 Agustus yang lalu, kami mengadakan reuni kecil-kecilan. Ini atas inisiatif Husni yang jauh-jauh datang berlibur dari Jepang. "Menghindari teriknya musim panas Jepang", kata Husni berkilah. Siapa saja yang sempat hadir? Bisa dilihat di galeri fotopic saya. Masih ingat siapa-siapa saja yang terekam dalam gambar itu? Dari kiri ke kanan, Arif Budiman, Lyra Alfa, Sonny Alfa (agak terhalang), Achmad Husni Thamrin, dan Virna Thamrin. Saya sendiri ada di mana? Di mana lagi kalau bukan di belakang kamera (atau di depannya, tergantung dari cara pandang yang digunakan.. he he.. )

Tuesday, 7 August 2007

Sengaja saya tulis posting kali ini tanpa judul. Karena jujur, saya tidak tahu mau dikasih judul apa postingan kali ini.

Seorang kawan SMA menulis di blognya, tentang Kesalehan Sosial. Betapa manusia modern di negeri ini tampak semakin egois. Entah apa yang terjadi di pelosok negeri sana, apakah fenomena yang sama juga terjadi. Tapi memang saya rasakan beberapa tahun terakhir ego warga Jakarta semakin ber-ego-ego. Berapa kali saya menyaksikan kejadian yang ditulis oleh kawan saya, dengan berbagai macam variasi.

Dalam pandangan saya, variasi ke-ego-an semacam itu bisa muncul dalam berbagai skala. Mulai dari skala kecil seperti kejadian di bis itu, sampai skala yang lebih besar seperti orang yang tidak peduli dengan tetangganya yang miskin padahal dia hidup di dalam istana mewah lengkap dengan satpam dan bodyguard-nya. Termasuk perilaku pengendara kendaraan roda dua yang sering kali sulit sekali memberikan kesempatan bagi para pejalan kaki untuk menyeberang jalan atau naik bis, padahal pejalan kaki yang bersangkutan sudah menyetop bis di halte. Juga dengan orang yang membuang sampah dari dalam kendaraan mewah yang melaju di jalan raya.

Untuk menambah trenyuh hati kita di bulan keramat ini, saya ceritakan pengalaman seorang kawan yang lain ketika dia naik bus. Ceritanya, bus yang dia naiki ini merupakan bus antar-jemput dari komplek perumahan ke Jakarta. Kelakuan penghuni komplek yang dimaksud tampaknya juga mengalami 'kenaikan'. Saya sama sekali tidak menggeneralisir, tapi di sini saya hanya mengungkapkan bahwa sifat semacam ini bisa hinggap pada diri siapa saja. Bahkan mungkin tanpa kita sadari kita mengidap penyakit sosial yang sedang kita bicarakan.

Saya lanjutkan ceritanya..

Kawan saya ini, seorang wanita, duduk setelah bus terisi setengah penuh. Bagi dia tak ada pilihan lain selain duduk di bangku yang sama dengan seorang eksekutif muda. Sang eksekutif duduk bersandar pada tepian jendela, dengan posisi duduk yang betul-betul menghabiskan ruang, sehingga kawan saya tidak bisa bersandar sama sekali. Sangat tak nyaman duduk di bis dengan posisi seperti itu. Dan sang eksekutif sama sekali tidak berlaku gentleman memberikan ruang kepada seorang wanita yang nota bene juga sama-sama cari nafkah.

Berbagai macam cara dilakukan kawan saya agar sang eksekutif bisa lebih 'ngeh' akan kehadiran seorang wanita yang duduk dengan tidak nyaman. Mulai dari batuk, berdehem, dan sebagainya. Sampai pada akhirnya kawan saya tanpa disengaja merasa gatal pada hidungnya. Dan tak lama kemudian, tanpa bisa ditahan, dia pun bersin sebelum sempat menutup hidungnya dengan tangan (mana sempat nutup pake tangan lha wong tangannya dipake buat nahan tas?). Alhasil sedikit muncratan cairan dari hidungnya tersebar. Baru lah pada saat itu sang eksekutif mau menggerakkan kakinya sedikit, memberikan cukup ruang bagi kawan saya untuk duduk dengan lebih lega.

Rupanya, orang-orang egois semacam itu alergi dengan kuman-kuman dari orang lain.

Well, sikap tidak simpatik seperti yang ditunjukkan sang eksekutif bisa membuat kita mengeluh mungkin. Tapi di sisi lain, terutama bagi anda para wanita, mungkin trik yang dilakukan kawan saya bisa digunakan di lain waktu. Bersinlah tanpa menutup hidung di hadapan laki-laki yang tidak mau memberi anda duduk.

Friday, 3 August 2007

Kuliah jadi Komik

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari MIT ini sangat menarik. Kuliah yang disampaikan oleh pengajar di depan kelas, direkam dan kemudian ditransformasikan ke dalam bentuk komik. Permasalahannya adalah bagaimana memilih bagian-bagian dari rekaman yang akan dijadikan ke dalam bentuk komik?

baca selengkapnya di sini.